Iman Katolik dan Kasih

crossSetelah menjadi seorang Katolik selama 28 tahun, baru sekarang tergugah hati dan pikiran. Bahwa iman yang saya yakini lahir dari sebuah kematian.

Dulu kematian di kayu salib dianggap nista, tapi sekarang dianggap agung. Ekstrim sekali peristiwa kematian nista kemudian membuahkan keagungan. Hanya satu yang dapat melakukannya, dan itu adalah kasih.

Hari Kamis Putih mengenang Yesus yang membasuh kaki para Rasul dan mengadakan Perjamuan Terakhir. Padahal Ia sudah tahu bahwa ajal-Nya hampir tiba. Lalu terpikir, tertanya, dan terjawab. Saya yang sekarang tidak akan bisa seperti itu. Kalau ajal sudah dekat, saya ingin berada dekat dengan keluarga dan orang-orang terdekat. Mungkin makan bersama, atau mengobrol bersama. Minta dukungan. Bukan malah melayani.

footwash

Hari Jumat Agung mengenang Yesus yang merelakan diri disiksa habis-habisan sampai akhirnya habis nafas-Nya. Dekat detik terakhir-Nya, Ia malah mengampuni dan mendoakan orang-orang yang habis-habisan menyiksa-Nya. Sangat menantang batas sifat manusia. Pintu maaf yang ada batasnya dan doa yang masih diutamakan untuk diri sendiri, keluarga, dan teman.

crown of thorns

Yesus selalu membicarakan kasih, bukan untung rugi. Tapi bagaimana Yesus bisa memiliki kasih sedemikian besar? Baru saya sadari, bahwa kasih bukanlah karakter Yesus, tapi pribadi Yesus sendiri. Dimana ada kasih, disitu ada Yesus. Dimana Yesus ada, disitu ada kasih.

Lalu mengapa Yesus mengajak manusia untuk mengasihi? Dan mengapa manusia butuh mengasihi?
Mungkin itulah perjalanan ziarah yang harus dilewati seorang manusia untuk menemui Allahnya. Ujung jalan yang akan diketahuinya nanti.

Perjalanan kasih menjadi hal pribadi yang dialami secara berbeda oleh tiap manusia. Tidak tergantung pada Allahnya, tapi pada manusianya.

Sekarang, momen mengenang peristiwa Paskah hampir menuju puncaknya. Momen ulang tahun iman yang lahir dari sebuah kematian. Momentum untuk mengingat kembali jalan peziarahan kita selama ini. Untuk kembali lagi berbuat dan berbuah kasih.

Selamat merayakan Paskah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s